Minggu, 11 Januari 2015

oleh-oleh dari Suroboyo sampe Banyumas

Wuiiihh... pagi ini nemu bejibun makanan lagi diatas meja ^^
dasar anak kosan, seneng kali dikasih makanan gratis :P
Langit Jakarta Pusat mendung se mendung-mendungnya,, ujan se ujan-ujannya
daaaannn... untunglaah,,, jarak Kosan-Kantor cuma 5menit jalan kaki .. Yippii :*
tapi tetep kaki kena becek lah ya -,-
Sampe meja kantor, langsung sumringah liat bejibun makanan ini di atas meja gue.. aaahh... alhamdulilah tau aja belum sempet cari sarapan gegara ujan :P

Kripik Belut & Kripik Paru dari Surabaya (disitunya siih ditulis dari Klaten )




ini oleh-oleh dari VP gue ,, tangkyuu yah pak,, bapake baik tenan :*
yg ini siih doyanannya ,,, Kripik Parunya gurih banget, renyah lagii,, cocok dicemil ato pake nasi :P
Tiap minggu Bos satu ini emang rajin banget balik ke suroboyo naek Pesawat, maklum,,
Anak sama sang Istri pada disana,,beliau juga asli orang jowo, diJakarta ceritanya merantau, wiihh...Anak Rantau juga,, sama laa kita pak,, cuma beda Nasib aja (loh koo) :P

Oleh-Oleh k2 ini niiih..
Dari Banyumas

Jowo jugaaa.... Kalo yg ini dibawain sama officer CS gue,, Pak Lutfi namanya,,
dan anak rantau juga ceritanya.. sang istri dan anak2nya pada di sidoarjo.. nah pas maen ke Banyumas, masih inget aja sama anak rantau dari bandung yang ga di ajak ( ngarep ) yaitu gue, iya gue. dibawain Salak Pondoh eh apa pondook eh apa gimana nulisnya yak.. pokoknya salak dari jawa deh.. :P
dia bawain gue salak + Getuk Goreng + Kripik Tempe + Kue Nopia (sejenis bakpia kering siih keknya) + Hot Sireng... dan favorit gue siih ini si Hot Sireng

 Hot Sireng itu semacam kripik singkong kering dibumbuin pedes. rasanya ? pedess...nampol... cocok buat yang doyan pedesan kaya gue ^^
berhubung ga mungkin gue abisin semuanya juga,, yak di bagi-bagi laah....semua kebagian mulei dari ob sampe bos-bos gue tawarin. akakaka.. rejeki anak soleh ceritanya

Kamis, 08 Januari 2015

imow's come back

Tadaaaa.... aaaahh udah lama banget nih g pernah buka blog 1 ini ( emg punya berapa blog? -.- )  sekian lama g pernah posting dan aktif di Socmed, i'm come back... mulai sekarang mau rajin ngblog + Socmed akh... insyaloh :P
terakhir ngblog dulu itu sekitar staun/dua taun yg lalu kali ada ya.. apa lebih kali ya...
well... sekarang udh mulai kerja nih :P Statusnya berubah jadi karyawati diperusahaan Media di jakarta pusat. baru jalan 2 bulan siih.. yah semoga betah berlama-lama dikantor ini,,
jujur,, ini kerjaan ga sesuai sama bidang aku yang lulusan Sistem Informasi dan kerja dibagian Goverment Relation, but so far... enjoy-enjoy aja tuh :D meskipun kudu banyak belajar soal undang-undang -.-
Dapet Supervisor baik" pula,, :* apalagi sama mbak fajriah,, cinta deehh :*

oke lah, balik ke judul post ini , yah... mulai sekarang resolusi 2015 nya kan harus rajin ngblog.. muehehehe... berbagi pengalaman sama ilmu,, biar stress karna kerjaan berkurang kalo diceritain disini.
i'll be back soon ..:*


Rabu, 03 Juli 2013

LPKIA_3MI5_Green ICT


Green ICT

                  
Green ICT adalah sebuah konsep yang umumnya dikaitkan dengan upaya mengurangi konsumsi energi dan sumber daya alam lainnya, di samping emisi dan sampah yang dihasilkan dari kegiatan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pengaplikasian konsep Green ICT tersebar luas di berbagai proses bisnis. Intinya, pengusaha atau siapapun yang terkait dengan bidang ICT diharapkan dapat melakukan efisiensi untuk mendukung pelestarian lingkungan di sekitarnya.
Kemudian, kecanggihan layanan internet yang mendukung penggunaan electronic mail (e-mail) untuk berkomunikasi dengan kolega bisnis Anda dan transmisi data dengan cepat ikut mengampanyekan pengurangan penggunaan kertas, yang berarti semakin sedikit pohon yang ditebang untuk itu. Dengan berkurangnya penebangan pohon, sekali lagi kita akan menikmati emisi karbon yang rendah. Efisiensi ramah lingkungan di sekitar bidang ICT termasuk menerapkan telekonferensi yang dapat mengurangi biaya perjalanan, yang berdampak pada penurunan emisi karbon, namun tetap mampu meningkatkan produktivitas usaha. Namun sebenarnya, lebih dari itu, efisiensi ICT yang ramah lingkungan ternyata dapat membantu perusahaan di mana pun untuk juga menikmati efisiensi biaya yang luar biasa.

 

 

 



E - Goverment

E-Government merupakan kependekan dari elektronik pemerintah. E-Governtment biasa dikenal e-gov, pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi.  E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Ada empat model dalam pengiriman E-Government antara lain :
1. Government-to-Customer (G2C)
2. Government-to-Business (G2B)
3. Government-to-Government (G2G)
4. Government-to-Employe (G2E)
Adapun tujuan dari dibangunnya E-Government itu adalah pembentukan jaringan dan transaksi layanan public yang tidak dibatasi sekat waktu dan lokasi, serta dengan biaya yang terjangkau masyarakat. Beberapa manfaat dari E-Government, diantaranya sebagai berikut :
[ Memberikan layanan yang lebih baik pada masyarakat. Informasi dari pemerintah dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu tanpa harus menunggu dibukanya kator pemerintah. Informasi dari pemerintah dapat dicari dan diperoleh dari kantor, rumah tanpa harus secara fisik harus datang ke kantor pemerintah.
[ Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui informasi yang mudah diperoleh. Adanya informasi yang mencukupi, maka masyarakat akan belajar untuk menentukan pilihannya di dalam mendapatkan suatu informasi yang diperlukan.
[ Adanya E-Government diharapkan pelaksaan pemerintah akan berjalan lebih efisien karena koordinasi pemerintah dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
[ Untuk dapat mengembangkan e-Governmet dengan baik diperlukan front office dan back office yang mampu memberikan layanan pada masyarakat di setiap kantor pemerintah.

E-Learning

Istilah e-learning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi e-Learning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E Hartley [Hartley, 2001] yang menyatakan: Bahwa e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain”.
Learn Frame.Com dalam Glossary of e-Learning Terms [Glossary, 2001] menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa: e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone. Matthew Comerchero dalam E-Learning Concepts and  Techniques [Bloomsburg,2006] mendefinisikan.“E-learning adalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi. Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dari terminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapat mengakses jaringan atau Internet”.


Dari definisi-definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning (Wahono, 2005, p. 1).






Fitur E-learning
E-learning memiliki fitur-fitur sebagai berikut (Clark & Mayer, 2008, p. 10) :
·         Konten yang relevan dengan tujuan belajar
·         Menggunakan metode instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu belajar.
·         Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar.
·         Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur (synchronous) ataupun belajar secara individu (asynchronous)
·         Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.


Elemen E-learning
Definisi e-learning memiliki beberapa elemen tentang apabagaimana, dan mengapa dari e-learning (Clark & Mayer, 2008, p. 10) :
·         Apa. E-learning memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional, yaitu teknik, yang membantu orang mempelajari konten belajar.
·         Bagaimana. E-learning didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar. Pendistribusiannya dapat dalam bentuk asynchronous yang didesain untuk belajar secara individu dam dalam synchronous yang didesain dengan bimbingan dari instruktur secara langsung.
·         Mengapa. E-learning ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan pekerjaannya.

Aspek Penting dalam E-learning
1.    E-learning menciptakan solusi belajar formal dan informal. Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learning adalah e-learning hanya menciptakan sistem belajar secara formal, seperti dalam bentuk kursus. Namun faktanya adalah saat ini 80% pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas sehari-hari dan menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam hal ini, e-learning haruslah memiliki karakteristik berikut :
a.   just in time –tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk menyelesaikan tugasnya.
b.   on-demand – tersedia setiap saat.
c.    bite-sized – tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara cepat.

2.    E-learning menyediakan akses ke berbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten ataupun manusia. Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang e-learning bahwa e-learning hanya membuat konten saja. Sebenarnya e-learning adalah sebuah aktivitas sosial. E-learning menyediakan pengalaman belajar yang kuat melalui komunitas online pengguna e-learning. Karena manusia adalah makhluk sosial, jadi ada banyak kesempatan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berbagi ilmu antara sesama pengguna e-learning.


3.    E-learning mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama. E-learning bukan aktivitas individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu, dan membentuk sebuah komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous) atau tidak langsung (asynchronous).

4.    E-learning membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran. Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk mencari pembelajaran mereka sendiri. Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning

 


 E-Library

Ditengah perkembangan kemajuan teknologi informasi dewasa ini, perpustakaan sekolah perlu melakukan terobosan baru guna meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan kepada penggunanya. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan menerapkan elibrary.E – library atau perpustakaan elektronik yang merupakan penyimpanan informasi, dokumen, audiovisual, dan materi grafis yang tersimpan dalam berbagai jenis media berkisar dari, misalnya buku cetak, majalah, laporan dan poster hingga ke mikrofis,slid, film, video, compact disc, audio tapes, optical disc, pita magnetis, disket atau floppy disc, sertamedia lain yang tengah dikembangkan.

Elibrary merupakan salah satu bentuk kemajuan di bidang teknologi informasi. Definisi teknologi informasiitu sendiri adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi.Perpustakaan elektronik juga merupakan bagian sebuah jaringan kerja (network). Dimana secara teoritispemakai dapat memperoleh salinan elektronik sebuah dokumen darimanapun, asal tidak ada kendala keamanan, politik, ekonomi dan sosial.

Beberapa perpustakaan sekolah telah memulai langkah ke perpustakaan elektronik, ada pulaperpustakaan yang telah mengkomputerkan sistem temu balik serta sistem jasanya. Hanya saja mengingat teknologi informasi tidak hanya terbatas pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak (program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan maka penggunaan teknologi informasi terutama e – library sebagai pilihan dalam mengembangkan perpustakaan sekolah, perlu memperhatikan beberapa aspek diantaranya aturan dan kemampuan sekolah yang bersangkutan. E-Library mulai berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat.

Dimulai dengan terselenggarakannya “Workshop on Digital Libraries“ pada tahun 1994 di Amerika, E–Library atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer.
 Istilah E - library sendiri mengandung pengertian sama dengan virtual library. Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah digital library, hal ini bisa kita lihat dengan sering munculnya istilah tersebut dalam workshop, simposium, atau konferensi dengan memakai nama tersebut

 

 

 

 

 

 

 


E - Banking

Electronic Banking, atau e-banking bisa diartikan sebagai aktifitas perbankan di internet. Layanan ini memungkinkan nasabah sebuah bank dapat melakukan hampir semua jenis transaksi perbankan melalui sarana internet, khususnya via web. Mirip dengan penggunaan mesin ATM, lewat sarana internet seorang nasabah dapat melakukan pengecekan rekening, transfer dana antar rekening, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan (listrik, telepon, dsb.) melalui rekening banknya. Jelas banyak keuntungan yang akan bisa didapatkan oleh nasabah dengan memanfaatkan layanan ini, terutama bila dilihat dari waktu dan tenaga yang dapat dihemat karena transaksi e-banking jelas bebas antrian dan dapat dilakukan dari mana saja sepanjang nasabah dapat terhubung dengan jaringan internet.

          Untuk dapat menggunakan layanan ini, seorang nasabah akan dibekali dengan login dan kode akses ke situs web dimana terdapat fasilitas e-banking milik bank yang bersangkutan. Selanjutnya, nasabah bank dapat melakukan login sehingga dapat melakukan aktifitas atau transaksi perbankan melalui situs web bank yang bersangkutan. E-banking sebenarnya bukan barang baru di internet, tapi di Indonesia sendiri, baru beberapa tahun belakangan ini marak diaplikasikan oleh beberapa bank papan atas. berkaitan dengan keamanan nasabah yang tentunya menjadi perhatian utama dari para pengelola bank disamping masalah infrastruktur bank bersangkutan.

         Keamanan merupakan isu utama dalam e-banking karena sebagaimana kegiatan lainnya seperti di internet, transaksi perbankan di internet juga rawan terhadap pengintaian dan penyalahgunaan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.Oleh karena itu sebuah situs e-banking diwajibkan untuk menggunakan standar keamanan yang sangat ketat untuk menjamin bahwa setiap layanan yang mereka sediakan hanya dimanfaatkan oleh mereka yang memang betul-betul berhak. Salah satu teknik pengamanan yang sering dugunakan dalam e-banking adalah melalui SSL  ( Secure Socket Layer ) maupun lewat protokol HTTPS ( Secure HTTP ).  

Kesan & Saran

Praktek Web ( yogiek indra )
Kesan :
- belajarnya ga bikin bosen, serius tapi ada becandanya bkn ga ngantuk
- pelajaran gampang dimengerti , tp gampang lupa juga :P

Saran :
- Coba kasih tantangan k murid biar lebih ngexplore lg materi tnpa d bimbing dosen
- Jangan pelit nilai yah bapa :))
- Ajarin bikin web yang pake transactional dong

Senin, 21 Februari 2011

LPKIA_3MI5_C Generation


C-Generation

"C Generation" dapat dimaknai sebagai suatu generasi baru yang dicirikan oleh Connection, Convergence, Collaboration, Content Creative, dan Contextual. Acara Sarasehan ini diharapkan memunculkan pemikiran-pemikiran, kesiapan, dan orientasi baru yang memandu masyarakat Indonesia menuju era baru.
"DETIKNAS mensosialisasikan kerjanya agar masalah TIK dapat dikelola, dimanfaatkan, dan digunakan untuk memperkuat daya saing negara", ujar Ir. Bambang Pharmasetiawan dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia. Acara Sarasehan resmi dibuka oleh Prof. Dr. Djoko Santoso selaku Rektor ITB pukul 09.00.
          Selanjutnya, Prof. Dr. Suhono H. Supangkat memaparkan mengenai napak tilas pendidikan teknologi informasi ITB: Sumbangsih bagi Pendidikan TI Nasional. Suhono berujar bahwa sosialisasi kerja DETIKNAS dan Sarasehan 10 tahun Pendidikan TIK di ITB perlu disinergikan agar formulasi pendidikan yang dikaji secara akademis dapat menuju ke arah yang lebih baik. ITB memulai Pendidikan Teknologi Informasi pada tahun 1998 sebagai opsi dari Magister Teknik Elektro ITB dan diawali dengan program kerjasama Pasca sarjana ITB dengan PT. Telkom dengan konsentrasi Sistem dan Teknologi Informasi Program tersebut berlanjut hingga pada tahun 2008 dengan kerja sama antara Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan ITB telah dimulai program Magister opsi Layanan Teknologi Informasi.
          Acara dilanjutkan dengan pemaparan Kemal A. Stamboel selaku Wakil Ketua Tim Pelaksana DETIKNAS. Kemal menjelaskan antara lain mengenai roadmap Indonesia menjadi "ASEAN ICT Leading Nation". Selanjutnya, Kemal memaparkan secara garis besar mengenai tujuh Flagship Program, yaitu National Single Window, e-Pendidikan, Palapa Ring, Software Legal, e-Procurement, e-anggaran, Nomor Identitas Nasional. Palapa Ring dijelaskan secara lebih detil oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar. Basuki menggambarkan kondisi infrastruktur jaringan internet yang tidak merata di Indonesia. Untuk menjadikan "Indonesia-connected", Palapa Ring akan menjangkau 440 kota/kabupaten dengan melakukan pembangunan jaringan serat optik nasional. DETIKNAS juga memudahkan kegiatan ekspor-impor dengan memanfaatkan TIK Eksportir dan importir cukup mengakses satu website dalam kaitannya dengan kegiatan ekspor-impor.
Perwakilan dari Industri telekomunikasi, yaitu PT. Telkom, Indosat, Telkomsel, dan XL turut ambil bagian dalam acara ini. Pada sesi ini dibahas mengenai C Generation: Connection and Convergence. Kemudian, C GEneration: Contextual dibahas pula dengan melihat dari sudut pandang ekonomi, sosial, dan pemegang kebijakan pemerintah daerah.
 Hari kedua Sarasehan diisi dengan dua sesi yang membahas dua tema yang berbeda. Tema pertama, C Generation: Collaboration Ceontent Creative, diangkat sebagai bahan seminar oleh perwakilan QB Creative, Detik.com, Budayawan, dan Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia. Tema kedua, Dari Alumni untuk Almamater, Bangsa, dan Negara, dijadikan sebagai ajang berbagi pengalaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

LPKIA_3MI5_E-LIBRARY


 E-Library

Ditengah perkembangan kemajuan teknologi informasi dewasa ini, perpustakaan sekolah perlu melakukan terobosan baru guna meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan kepada penggunanya. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan menerapkan elibrary.E – library atau perpustakaan elektronik yang merupakan penyimpanan informasi, dokumen, audiovisual, dan materi grafis yang tersimpan dalam berbagai jenis media berkisar dari, misalnya buku cetak, majalah, laporan dan poster hingga ke mikrofis,slid, film, video, compact disc, audio tapes, optical disc, pita magnetis, disket atau floppy disc, sertamedia lain yang tengah dikembangkan.

Elibrary merupakan salah satu bentuk kemajuan di bidang teknologi informasi. Definisi teknologi informasiitu sendiri adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi.Perpustakaan elektronik juga merupakan bagian sebuah jaringan kerja (network). Dimana secara teoritispemakai dapat memperoleh salinan elektronik sebuah dokumen darimanapun, asal tidak ada kendala keamanan, politik, ekonomi dan sosial.

Beberapa perpustakaan sekolah telah memulai langkah ke perpustakaan elektronik, ada pulaperpustakaan yang telah mengkomputerkan sistem temu balik serta sistem jasanya. Hanya saja mengingat teknologi informasi tidak hanya terbatas pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak (program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan maka penggunaan teknologi informasi terutama e – library sebagai pilihan dalam mengembangkan perpustakaan sekolah, perlu memperhatikan beberapa aspek diantaranya aturan dan kemampuan sekolah yang bersangkutan. E-Library mulai berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat.

Dimulai dengan terselenggarakannya “Workshop on Digital Libraries“ pada tahun 1994 di Amerika, E–Library atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer.
 Istilah E - library sendiri mengandung pengertian sama dengan virtual library. Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah digital library, hal ini bisa kita lihat dengan sering munculnya istilah tersebut dalam workshop, simposium, atau konferensi dengan memakai nama tersebut