Senin, 21 Februari 2011

LPKIA_3MI5_C Generation


C-Generation

"C Generation" dapat dimaknai sebagai suatu generasi baru yang dicirikan oleh Connection, Convergence, Collaboration, Content Creative, dan Contextual. Acara Sarasehan ini diharapkan memunculkan pemikiran-pemikiran, kesiapan, dan orientasi baru yang memandu masyarakat Indonesia menuju era baru.
"DETIKNAS mensosialisasikan kerjanya agar masalah TIK dapat dikelola, dimanfaatkan, dan digunakan untuk memperkuat daya saing negara", ujar Ir. Bambang Pharmasetiawan dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia. Acara Sarasehan resmi dibuka oleh Prof. Dr. Djoko Santoso selaku Rektor ITB pukul 09.00.
          Selanjutnya, Prof. Dr. Suhono H. Supangkat memaparkan mengenai napak tilas pendidikan teknologi informasi ITB: Sumbangsih bagi Pendidikan TI Nasional. Suhono berujar bahwa sosialisasi kerja DETIKNAS dan Sarasehan 10 tahun Pendidikan TIK di ITB perlu disinergikan agar formulasi pendidikan yang dikaji secara akademis dapat menuju ke arah yang lebih baik. ITB memulai Pendidikan Teknologi Informasi pada tahun 1998 sebagai opsi dari Magister Teknik Elektro ITB dan diawali dengan program kerjasama Pasca sarjana ITB dengan PT. Telkom dengan konsentrasi Sistem dan Teknologi Informasi Program tersebut berlanjut hingga pada tahun 2008 dengan kerja sama antara Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan ITB telah dimulai program Magister opsi Layanan Teknologi Informasi.
          Acara dilanjutkan dengan pemaparan Kemal A. Stamboel selaku Wakil Ketua Tim Pelaksana DETIKNAS. Kemal menjelaskan antara lain mengenai roadmap Indonesia menjadi "ASEAN ICT Leading Nation". Selanjutnya, Kemal memaparkan secara garis besar mengenai tujuh Flagship Program, yaitu National Single Window, e-Pendidikan, Palapa Ring, Software Legal, e-Procurement, e-anggaran, Nomor Identitas Nasional. Palapa Ring dijelaskan secara lebih detil oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar. Basuki menggambarkan kondisi infrastruktur jaringan internet yang tidak merata di Indonesia. Untuk menjadikan "Indonesia-connected", Palapa Ring akan menjangkau 440 kota/kabupaten dengan melakukan pembangunan jaringan serat optik nasional. DETIKNAS juga memudahkan kegiatan ekspor-impor dengan memanfaatkan TIK Eksportir dan importir cukup mengakses satu website dalam kaitannya dengan kegiatan ekspor-impor.
Perwakilan dari Industri telekomunikasi, yaitu PT. Telkom, Indosat, Telkomsel, dan XL turut ambil bagian dalam acara ini. Pada sesi ini dibahas mengenai C Generation: Connection and Convergence. Kemudian, C GEneration: Contextual dibahas pula dengan melihat dari sudut pandang ekonomi, sosial, dan pemegang kebijakan pemerintah daerah.
 Hari kedua Sarasehan diisi dengan dua sesi yang membahas dua tema yang berbeda. Tema pertama, C Generation: Collaboration Ceontent Creative, diangkat sebagai bahan seminar oleh perwakilan QB Creative, Detik.com, Budayawan, dan Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia. Tema kedua, Dari Alumni untuk Almamater, Bangsa, dan Negara, dijadikan sebagai ajang berbagi pengalaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

LPKIA_3MI5_E-LIBRARY


 E-Library

Ditengah perkembangan kemajuan teknologi informasi dewasa ini, perpustakaan sekolah perlu melakukan terobosan baru guna meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan kepada penggunanya. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan menerapkan elibrary.E – library atau perpustakaan elektronik yang merupakan penyimpanan informasi, dokumen, audiovisual, dan materi grafis yang tersimpan dalam berbagai jenis media berkisar dari, misalnya buku cetak, majalah, laporan dan poster hingga ke mikrofis,slid, film, video, compact disc, audio tapes, optical disc, pita magnetis, disket atau floppy disc, sertamedia lain yang tengah dikembangkan.

Elibrary merupakan salah satu bentuk kemajuan di bidang teknologi informasi. Definisi teknologi informasiitu sendiri adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi.Perpustakaan elektronik juga merupakan bagian sebuah jaringan kerja (network). Dimana secara teoritispemakai dapat memperoleh salinan elektronik sebuah dokumen darimanapun, asal tidak ada kendala keamanan, politik, ekonomi dan sosial.

Beberapa perpustakaan sekolah telah memulai langkah ke perpustakaan elektronik, ada pulaperpustakaan yang telah mengkomputerkan sistem temu balik serta sistem jasanya. Hanya saja mengingat teknologi informasi tidak hanya terbatas pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak (program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan maka penggunaan teknologi informasi terutama e – library sebagai pilihan dalam mengembangkan perpustakaan sekolah, perlu memperhatikan beberapa aspek diantaranya aturan dan kemampuan sekolah yang bersangkutan. E-Library mulai berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat.

Dimulai dengan terselenggarakannya “Workshop on Digital Libraries“ pada tahun 1994 di Amerika, E–Library atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer.
 Istilah E - library sendiri mengandung pengertian sama dengan virtual library. Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah digital library, hal ini bisa kita lihat dengan sering munculnya istilah tersebut dalam workshop, simposium, atau konferensi dengan memakai nama tersebut